Thursday, April 14, 2011

Korelasi religius dengan "paling benar"

cuma pengamatan goblok-goblokan ni,
menurut gw,
semakin seseorang percaya dengan Tuhan dan religius (maksud gw, sampe yg rada fanatik), semakin dia cenderung untuk merasa benar,  merasa tahu segala hal (sok tahuu).

Mungkin logikanya begini, dengan semakin percaya dan religius sering ke tempat ibadat, dsb; semakin ia menerima banyak ajaran-ajaran. Sayangnya, ajaran2 ini kemudian menjadi landasan atau acuan ia untuk merasa tahu segalanya dan merasa pendapatnya paling benar. Dan dalam hal ini, gw ga bilang cm dlm hal teologi, tapi dalam segala aspek kehidupan. Karena banyak menerima ajaran-ajaran tersebut, ada rasa "gw adalah orang yang baik, taat, hidup lurus, kelakuan gw pun ga aneh2 makanya gw hidup bener" --> punya acuan jelas dalam bertindak --> setiap hal dilakukan dengan acuan tersebut, sehingga ga mungkin salah --> pola pikir ini berpengaruh pada tindakan dan segala aspek kehidupan bersosialisasi.

Beda ni, misalnya, dengan org macam yg jarang ke tempat ibadat, percaya Tuhan tapi ga sampe yang gimana bgt dan terbuka dengan segala pemikiran agama yg berbeda karena merasa bukan cuma Tuhan gw yg paling bener, Tuhan agama lain juga bisa aj bener. Oleh karena jarang menerima ajaran2Nya, ada rasa "gw hidupnya ga taat2 bgt, jarang dengerin pemuka agama ceramah, ah, bisa aj gw salah" --> karena tidak punya 'pegangan' jadi merasa ga punya acuan pasti --> berakibat kekurang tahuan --> semua hal jadi punya banyak kemungkinan, dan pendapat saya belom tentu bener --> berpengaruh ke cara berinteraksi sosial dan mengeluarkan pendapat sehari-hari.

In my opinion loh ya ini, cuma teori tolol2an yg gw ciptakan dari ngeliad banyak orang di sekeliling gw. Tapi ini ga 100% bener, banyak juga pengecualian dari beberapa org yang gw liad. Tapi yaa itu, most of sih gitu....

Nb: Mau contoh? FPI tuh! 

0 comments: